Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Minggu, 03 Oktober 2010

Surat Cinta

Oleh: Adibah
twitter : @dibah
blog : http://ceritadibah.wordpress.com
tema : unrequited love
 
 
Kepada Perempuanku,

Wahai perempuanku, tahukah kamu betapa dahsyatnya imbas  setiap apa yang kamu lakukan terhadap aku? Ingatkah saat pertama kali kau terima uluran tanganku saat kita diperkenalkan dulu? Aku ingat! Aku juga ingat betapa merdunya suaramu saat kau mengucapkan namamu dengan sebaris senyuman di bibirmu. Uluran tangan, suara, dan senyuman yang begitu menyihirku. Aku tersihir pesonamu wahai perempuanku, dan aku bertekad untuk memilikimu sejak saat itu.

Tak pernah semudah ini kupasrahkan hatiku kepada seorang wanita. Pun kau tak tampak keberatan kuisi hatiku denganmu. Kau selalu riang menerima sapaanku. Tampak antusias menjawab pesanku. Gelak tawa yang terdengar saat kita berbicara pun menunjukkan bahwa kau sama sekali tiak terganggu.

Kupuja kamu seperti tak pernah kupuja hal lain wahai perempuanku. Dewa cinta pun pasti tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mengetahui betapa aku memujamu. Dan kau tahu apa yang terjadi jika seseorang yang terlalu memuja sesuatu dikecewakan bukan?

Aku yang begitu percaya diri ini memberanikan diri mengungkapkan apa yang kurasakan padamu. Cintaku ini terlalu membuncah untuk ditahan. Tapi kau hancurkan kepercayaan diriku wahai perempuanku. Kau hujamkan beribu pisau di jantungku saat kau katakan kau tak memiliki perasaan yang sama.

Kuingat ulang semua kenangan kita, kejadian demi kejadian. Semua tawa itu tak menunjukkan kau tak memiliki perasaan khusus, senyum itu, bentuk perhatian kecil yang tak pernah alpa kau berikan. Apa yang salah perempuanku? Tak pernah benar-benar kau katakan apa yang salah dari apa yang kita jalani. Tak pernah kau beritahu dimana letak kesalahanku yang membuatmu tidak memiliki perasaan yang sama.

Aku tak terima perempuanku, tapi kamu terlalu berharga untuk kusakiti. Aku takkan punya hati untuk meninggalkan secuil pun luka di tubuh molekmu. Aku tak punya hati untuk membiarkan setetes air mata pun membasahi paras ayumu. Tidak akan, jadi tenanglah kau disana.

Apakah kau bertanya-tanya tentang apa yang akan kulakukan? Saat kau baca surat ini kau pasti sudah tahu apa yang kulakuan. Aku akan pergi mengadu. Aku sedang dalam perjalanan ke sana, dan maaf aku harus meninggalkanmu, tapi ini agar nanti kita bisa bersama lagi. Jadi kau tak perlu menangis sayang, karena aku tetap tak rela parasmu basah oleh air mata

Ya perempuanku, aku sedang dalam perjalanan. Perjalanan menuju Satu-Satunya Tempatku Mengadu. Aku sudah berkali-kali mencoba mengadu dari sini, tapi tampaknya Ia tak mendengar. Aku juga sudah berteriak meminta pada langit, karena katanya di sanalah Dia berada. Tapi tetap nihil!

Jadi aku akan datang langsung kehadapanNya. MemakiNya kalau perlu, dan aku akan menyalahkannya yang tak membuatmu mencintaiku, padahal katanya ia Penguasa segala kuasa.

Aku sedang kesana, mengadu pada Penciptaku!

****

Menitdotcom : 
Cinta Tak Terbalas, Seorang Pria Nekat Gantung Diri
JAKARTA : 02/10/2010 | 09:40 (Bunuh Diri)
Seorang pria ditemukan tewas tergantung di kamar kontrakannya di daerah Cawang, Jakarta Timur. Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena cinta tak berbalas, paling tidak begitu isi penggalan surat yang ditinggalkannya.

1 komentar:

  1. Farida Susanty3 Oktober 2010 16.04

    Gila keren banget :)) Endingnya najong. Sebenernya endingnya bukan sesuatu yang sangat baru, tapi tragisnya kerasa sekali. Good job :)

    BalasHapus

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!