Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Selasa, 29 November 2011

Nyata

Oleh: Tarkii Okei

Aku selalu menemani dia.
Membasuhi peluhnya ketika dia terlalu keras menggunakan otaknya untuk berpikir.
Membelai helai demi helai rambutnya ketika dia terlelap.
Mendekapnya erat ketika dia terbangun dari mimpi buruknya.
Mengecup pipinya saat dia melompat kegirangan karena berhasil menyelesaikan masalah-masalahnya.
Tapi dia tak pernah menatap mataku saat aku menatap dalam matanya.
Dia tak mendengarkan saranku ketika sejumlah tumpukan masalah datang kepadanya.
Dia tak membalas pelukanku ketika dingin datang menusuk tulang.
Tak ada sedikitpunkah dia merasakan aku?
Dia pikir aku pergi.
Padahal jelas-jelas aku disini. Hanya raga yang tak bisa menemani.
Aku telah abadi. Sudah mati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!