Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Kamis, 03 November 2011

Resolusi

Oleh: @TengkuAR


Hari ke tiga puluh satu bulan dua belas, 2010

“HAPPY NEW YEAR!!”
Serempak suara teriakan dari orang-orang di sekelilingku terdengar di lounge, tempat aku dan kekasihku menghabiskan malam tahun baru 2010 menuju 2011.
‘Happy new year, Beb.”, ucapku sambil mendaratkan ciuman di pipinya. Dan Via terlihat tersipu malu dengan membalas ucapan yang sama kepadaku.
“Aku sayang kamu. Dan aku mau kita selamanya.”, Via menambahkan harapan tahun barunya malam itu.
“I love you, Beb.”
Selanjutnya yang terjadi hanyalah kemeriahan malam tahun baru hingga pagi menjelang.
***

Hari pertama awal bulan, di tahun baru, 2011

“Waduh kacau! Jam berapa nih? Jam empat sore? Nggak salah?”, aku memaki diri sendiri karena terbangun kaget seharusnya sedang berada dikantor, lalu untuk memastikan kulihat jam di dinding kamar dan memang benar bahwa saat itu jam empat sore. Lama kuberpikir dan kusadari bahwa hari ini aku memang masih libur tahun baru. Bodoh! Makiku lagi.
Sedikit tenang, aku mulai melakukan aktivitasku membersihkan tempat tidur dan mandi.
Lamunanku pun berjalan tentang hari ini, maksudnya tentang setahun ke depan ini. Aku harus membuat resolusi. Tidak boleh ada yang meleset. Niatlah yang hanya kubutuhkan. Aku pasti bisa.
Blackberryku pun menjadi pengingat utama. Di mulai dari…
“Graduation. Check! Job. Check! Fixie. Check! iPod. Check! iPhone. Check! New motorcycle. Check!”
Ya, itulah beberapa resolusiku berupa barang. Selebihnya aku hanya ingin selalu sehat.
***

Hari ke dua puluh lima bulan keempat, 2011

Tuuut-tuuut-tuuut…
“Halo.”
“Di, ini Mama, uang untuk kamu beli sepeda udah Mama kasih ke Kakakmu ya. Nanti minta aja. Kata kakakmu, dia sudah booking sepeda temannya yang mau kamu beli.”, suara Mamaku pun keluar tanpa bisa diberhentikan dan aku hanya bisa menanggapi dengan ucapan, “Iya, Ma.”.
Memang sudah dua minggu aku meminta kepada Mama untuk dibelikan sepeda supaya aku bisa ikut Car Free Day yang sedang nge-trend di pergaulan anak zaman sekarang.
Akhirnya, salah satu resolusiku terkabul dan terima kasih untuk Mama. Pecah telor! Semoga ini menjadi jalan pembuka untuk setiap resolusi yang kutargetkan.
***

Hari ke tujuh belas bulan kelima, 2011

“Mama pokoknya mau kamu kelar kuliahnya tahun ini karena tadi Mama dapat telepon dari dosen kamu yang bilang bahwa tahun ini adalah tahun terakhir kamu untuk menyelesaikan skripsi. Pokok Mama cuma mau minta satu aja, kamu lulus Di!”, dengan sesenggukan Mama berbicara dan aku pun tak kuasa ikut terlena melihat kondisinya yang menyedihkan karena ulahku.
“Harus bisa! Lulus adalah daftar resolusi prioritas utamaku! HARUS!”, aku menyemangati diri sendiri.
***

Hari ke enam bulan sepuluh, 2011

“Kalian lulus! Selamat semoga ke depannya lebih bermanfaat untuk diri sendiri dan keluarga.”, ucap salah satu pembicara di ruangan itu mengucapkan selamat. Anak-anak yang disebutkannya lulus dengan nilai terbaik, termasuk aku, selebihnya, tidak kurang dari lima jari yang tidak lulus.
Kabar gembira.
“Ma, Ardi lu..lulus. Sekarang masih di..di tempat sidang. U…udah dulu ya Ma.”, aku terbata-bata dengan menahan air mata bahagia yang ingin keluar, makanya buru-buru kututup teleponnya.
Resolusi keduaku terwujud! Terima kasih Tuhan dan Mama. Ini saatnya!
***

Hari ke dua puluh sembilan bulan kedua belas, 2011

“Hari ini aku jadi orang yang bahagia sedunia. Aku punya kamu dan aku punya pekerjaan pertamaku. Beberapa hal yang aku inginkan tahun ini terwujud, itu karena kamu dan keluargaku. Many thanks to you, Beb. Love you more! Kiss!”
Aku mengirimkan pesan singkat pagi itu kepada kekasihku yang kemungkinan masih tidur. Aku patut bersyukur atas apa yang aku lakukan dan dapatkan setahun ini meskipun tidak semuanya namun satu persatu aku telah terlihat. Resolusiku yang belum terwujud di tahun ini mungkin akan tetap kujadikan resolusi di tahun depan. Tetap menjadi target sebagai bentuk motivasi.

Note to reader: "Be sure you positively identify your target before you pull the trigger." -Tom Flynn
***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!