Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Sabtu, 10 Desember 2011

Cuek

Oleh: @aditstorsi


Cuek. hm, kata itu sering sekali terdengar di kehidupan sehari-hari, apalagi di hubungan percintaan. contoh yang biasa didengar adalah ketika dua orang atau lebih cewek sedang berkumpul, salah satu ada yang membahas tentang cowoknya. “Cowok gue cuek banget orangnya. Nggak sensi gitu. Sebel gue.”



Arti kata ‘cuek’ menurut http://bahasa.kemdiknas.go.id adalah : masa bodoh; tidak acuh. Menurut saya, ‘masa bodoh’ bisa diartikan sebagai enggan untuk terlibat terlalu jauh mengenai suatu hal. Sedangkan ‘tidak acuh’ adalah tidak menaruh perhatian atau tidak mengindahkan sesuatu. Kalau dikaitkan dengan seperti apa yang dikatakan cewek tadi di atas, cowok yang cuek bukan berarti dia masa bodoh dan tidak acuh dengan ceweknya. Mungkin dia masih tetap perhatian namun kadarnya dirasa kurang. Mungkin dia memang sudah tidak menaruh perhatian kepada ceweknya. Dan kemungkinan-kemungkinan yang lain.



Tidak selamanya cuek itu membawa angin negatif. Bisa juga sebaliknya. Saya kasih contoh. Masih dengan cowok yang cuek. Saya teringat kepada karakter Rangga di film Ada Apa Dengan Cinta yang dingin, cenderung introvert, dan bicara seperlunya dengan orang lain. Rangga bisa dikatakan sebagai cowok yang cuek disamping predikat cool. Namun kecuekan Rangga itu menyita perhatian Cinta dan akhirnya perasaan mereka berada dalam satu frekuensi yang sama.



Manusia hidup tidak luput dengan interaksi dengan sesama. Ya, interaksi itu memang merupakan kebutuhan masing-masing individu karena setiap manusia selalu ingin mendapatkan perhatian dan mendapatkan informasi dari manusia yang lain. Perasaan merasa dicuekin muncul ketika seorang individu yang telah menaruh harapan besar dalam berinteraksi dengan individu lain namun tidak mendapatkan apa yang ia harapkan itu.



Contoh dari hubungan percintaan. Seorang cewek berharap cowoknya memberikan kata-kata romantis menjelang berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing. Namun karena si cowok sudah capek dan mengantuk, maka ia hanya mengucapkan kalimat pamitan dan salam saja. Kontan saja, si cewek langsung mencap cowoknya menjadi cowok yang cuek. Padahal karena kondisi-kondisi tertentu si cowok ini menjadi bersikap ‘seadanya’, dan bukan berarti ia menjadi tidak acuh atau masa bodoh.



Cuek menurut versi karakter Rangga bisa membawa efek positif karena itu membuat cewek menjadi penasaran. Ya, sedikit saja si cowok itu menampilkan apa yang dia punya namun itu ‘wah’ menurut si cewek, niscaya si cewek akan dikerubuti rasa ingin tahu yang lebih terhadap si cowok itu. Kira-kira seperti itu. Untuk pastinya, saya tidak bisa menjamin karena saya bukan cewek.



Berdasarkan dua contoh di atas, saya mencoba menarik kesimpulan bahwa cuek itu dibutuhkan apabila dalam kondisi cowok ingin menarik perhatian si cewek. Tentu saja tidak semua cewek akan tertarik dengan cowok cuek. Ibaratnya, siapa yang butuh, dia yang harus memperkuat sinyal. Lalu, ketika sudah terjalin hubungan percintaan, cuek sebaiknya dihindari. Cewek, you know, suka diperhatikan. Simple memang tapi implementasinya kadang terasa ‘complicated’ bagi cowok, in many reasons.

09 Desember 2011





------------

P.S dari admin: Bukan 'cerita' sih, tapi menarik, jadi dimasukkan :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!