Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Sabtu, 03 Desember 2011

Lelaki Itu Lagi

Oleh: Noerr Sadega (@noerr_moet)




"hey, kamu yang duduk disana!"

Aku menoleh kearah sumber suara itu. Lelaki itu lagi.

"hey, kamu! Sudah bisakah aku menghampirimu?!" kembali lelaki itu berteriak.

Aku diam, tak menoleh juga menjawab. Tak lama kemudian, seseorang
merangkul tubuhku dari belakang. Aku tetap bergeming. Lelaki itu lagi.

"kamu terlalu sering melamun. Harusnya kamu cerita ke aku" ujarnya
lagi sambil duduk disebelahku.

"tersenyumlah jika kau tak ingin bercerita. Aku rindu bolongan dikedua pipimu."

Aku diam. Tanpa kusadari Ia menarik kedua pipiku dengan paksa. Ah,
lelaki itu lagi.

"aku ingin tahu ceritamu. Dukamu. Hal yang membuatmu terdiam
akhir-akhir ini. Ceritalah."

Perlahan, kuarahkan pandanganku pada dua mata tajam itu. Ah, lelaki ini.

Sesaat dia terdiam, menatap mataku lalu tertunduk. Aku kembali diam
menatap pantai ini. Perlahan, lelaki itu beranjak dari duduk. Lalu
berjalan tanpa kata meninggalkanku. Lelaki itu lagi.

Segala diamku cukup samapai disini. Lelaki itu harus tahu ceritanya.
Dengan segala kekuatan yang aku miliki, aku berlari mengejar sosok
tegap itu. Begitu menggapainya, aku memeluk tubuhnya dari belakang,
hingga terciumlah aroma tubuhnya yang khas.

"aku mencintaimu" bisikku hati-hati. Dia tetap diam. Tak ada reaksi.
Tiba-tiba perasaan takut menyelimuti hatiku. Lellaki itu lagi.

Aku mulai menangis menunggu reaksinya, kini giliran Ia yang diam. Tak
berbicara sepatah katapun. Aku mulai risau.

Lalu, seakan semuanya harus berakhir. Kilat dihatiku mulai menyambar
saat mendengar jawabnya.

"bodoh, seharusnya kau sadar, kita adalah saudara sedarah!"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!