Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Minggu, 16 Oktober 2011

Jika dan Mungkin

Oleh: (@missSaori)

Malam ini aku duduk di kamar berteman dengan televisi dan laptop. Kini aku sendiri, tak ada lagi Sabtu malam bersama teman-teman yang biasa berkumpul bersama di warung kopi langganan, sekedar main poker atau sharing seputar permasalahan masing-masing. Tak ada lagi kekasih yang pundaknya bisa dijadikan sandaran dibawah langit malam yang penuh bintang. Tak ada lagi Ibu yang membuatkan camilan untuk bermalam minggu sekeluarga. Semua itu kini tak ada lagi di tiiap Sabtu malamku. Mungkin semua karena kini aku telah berada jauh dari mereka. Mereka di Yogyakarta, dan aku di Ibukota. Jika aku tak diterima bekerja di Jakarta, aku masih bisa merasakan itu semua. Tapi Tuhan mahaadil, karena jika aku masih berada di kondisi yang sama, mungkin saat ini aku tidak akan mendapatkan kemajuan yang berarti.
Jika aku masih di Yogyakarta, mungkin aku tidak akan pernah menjadi seorang reporter di sebuah perusahaan media ternama. Aku tidak akan pernah duduk di meja sambil memasang earphone di telinga, mengetik hasil wawancara dengan orang-orang ternama. Aku tidak akan pernah menikmati makanan serba mewah di restoran baru dengan gratis. Aku tidak akan pernah bisa menonton konser artis internasional dengan cuma-cuma. Dan yang paling penting adalah, ilmu jurnalistik yang selama ini aku idam-idamkan tidak akan bertambah, bahkan mungkin semakin pudar karena tak terlatih.
Satu hal yang aku pelajari dari adanya kata 'jika' dan 'mungkin' dari kehidupan ini adalah selalu ada kemungkinan jika kita mau mengorbankan kemungkinan yang lain. Untuk kalian, 'jika' dan 'mungkin' yang selalu ada, aku ucapkan terimakasih telah masuk dan mewarnai kehidupanku.

Atas nama 'jika' dan 'mungkin',

5 komentar:

  1. homesick?kangen Jogja?
    bagus mbak..tulisannya ada makna tersirat kalo kita seharusnya bisa keluar dari zona nyaman :)

    julia alela

    BalasHapus
  2. millaty ismail16 Oktober 2011 20.21

    Perspektif yang menarik dari sebuah tema kemungkinan, hidup penuh kemungkinan, dan keberanian untuk mengambil kemungkinan-kemungkinan yang ada ...... Cool :)

    BalasHapus
  3. Jangan pernah takut untuk mengammbil kesempatan.
    Tulisan yang menarik, dengan bahasa yang mudah dipahami namun sarat dengan isi.

    -Pandoe-

    BalasHapus
  4. Maaf baru sempat membalas :)
    julia: Saya akui, saya homesick berat >_<. Terimakasih ya :)
    Milaty: Benar sekali :D
    Pandoe: Thanks ya :)

    BalasHapus

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!