Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Sabtu, 10 September 2011

Detik Terakhir

Oleh: @icha_widya

Detik demi detik kurasakan di setiap desiran denyut nadiku. Kuhargai setiap detik itu hingga aku tahu saat yang tepat menyampaikan rasa ini padanya. Entah sampai kapan aku harus mempertahankan perasaan ini. Perasaan yang takkan pernah aku ubah sampai kapanpun. Perasaan dimana jantungku akan segera lepas hanya dengan merasakan sentuhan tangannya di pundakku. Perasaan takut ketika mendengar getaran pita suaranya yang memanggil-manggil namaku. Perasaan was-was ketika kudengar langkah kakinya yang semakin kuat dan menandakan begitu dekatnya dia saat ini dengan diriku.

Kalau saja dia bukan orang yang menukarkan sebagian hartanya dengan tempat berlindungku ini. Kalau saja dia bukan orang yang bekerja keras untuk memberi asupan gizi yang berkecukupan pada ibu dan kedua adik-adikku. Kalau saja dan kalau saja aku tidak pengecut untuk mengungkap semua ini. Lelaki biadab yang bermanis manja ketika Ibu pulang kerja, mengusap-usap kepala kedua adikku sebelum mereka tidur, dan mengancamku untuk tidak memberitahukan kebusukannya pada Ibu.

Keputusan Ibu menikah lagi kupikir adalah tindakan yang tepat karena aku iba melihat air matanya yang kering meratapi kesendiriannya. Lelaki itu yang semula memanjakanku dan mengobral kebahagiaan pada kami semua sedikit demi sedikit telah kutemukan kartu hitamnya. Hari ini akan kubongkar semuanya. Kalau dia adalah seorang dokter pecandu narkoba. Seorang Buronan negara. Dan bukti itu ada di tanganku. Sekarang aku tinggal mengumpulkan nyali untuk melompat dari ketinggian 5 meter ini dan menyerahkan serbuk laknat ini pada pihak berwajib. Dengan begitu penderitaan ini akan berakhir.

Tidak bisa. Ini tinggi sekali.

“Tuhan, berilah keajaiban. Aku ingin keluar dari dunia ini” pintaku.



***************



“Dia sudah meninggal, Bu. Ditemukan serbuk morfin di dalam sakunya. Anak Ibu adalah pecandu narkoba aktif.”

“Tidak mungkin, Dok. Tidak mungkin!”

“Maaf, Bu. Begitulah kenyataannya. Dia mempunyai fantasi berlebihan pada suami anda. Ayah tirinya.”

“Raniaaaaa……”



--
always try a little harder, even when you think you've done all you can

cha's

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!