Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Sabtu, 10 September 2011

Kabur

Oleh: sylvana wijaya

Seandainya kamu punya kesempatan untuk kabur dari hidupmu, akankah kamu lakukan?

Kalimat itu berputar-putar seperti kaset di kepala Sandra. Matanya masih tertancap pada drama televisi yang berkisah tentang percintaan dua sejoli yang terhalang perbedaan status. Pertanyaan tadi dilontarkan lakon pria yang dibalas tatapan bimbang wanitanya. Tatapan persis yang dirasakan oleh Sandra dalam kondisi berbeda. Pasangan dalam drama itu merencanakan kabur bersama untuk menikah, sementara dirinya dan Hadi telah menikah.

Seandainya kamu punya kesempatan untuk kabur dari hidupmu, akankah kamu lakukan?

Hatinya seolah bisu ketika ditanya oleh pikirannya. Namun, ia bisa merasakan hatinya menangis. Pernah pula ia menanyakan pertanyaan itu kepada suaminya.

"Mau kabur kemana?" jawab Hadi malas-malasan, seakan pertanyaan yang tidak penting.
"Pokoknya kabur dari rumah ini, mas" keluh Sandra.
"Kamu masih tersinggung sama ucapan mama ya? Anggap aja angin lalu, selesai kan?"
Hidung Sandra kembang kempis menahan emosi "Kalau mamamu menyinggung aku sih nggak masalah, tapi ini sudah keterlaluan. Kenapa harus menghina orangtuaku?"
Hadi mulai bosan menanggapi pertengkaran ini "Jadi kamu ngajak aku kabur, gara-gara ini? Please deh, kita udah bukan abg lagi, San. Lagian, kamu kan tau sifat mama tuh gimana. Seharusnya kamu bisa menghindari itu dengan membatasi orang tuamu main kesini"
Sandra menatap Hadi tidak percaya "Apa salah anak bertemu orang tua?"
"Salah, kalau itu menyebabkan kita jadi bertengkar. Sudahlah aku capek. Di kantor banyak kerjaan, di rumah nggak pernah tenang." kata Hadi sambil membanting pintu kamar mereka.
Pertengkaran malam itu berakhir dingin selama beberapa hari. Dan ketika orang tuanya berhenti menjenguknya, mertuanya mulai mempersoalkan kehadiran anak. 3 tahun mereka menikah, namun belum juga ada tanda-tanda kehamilan. Pertengkaran demi pertengkaran menghiasi rumah tangganya. Janji-janji pernikahan perlahan meluntur. Hadi ketahuan berselingkuh di tahun kelima pernikahan mereka. Itu pula yang menyebabkan janin Sandra keguguran. Hadi memohon-mohon ketika Sandra minta cerai. . Meskipun berat hati, Sandra tak tega menolak permintaan orang tuanya, karena selama ini memang keluarga Hadi yang membantu pengeluaran keluarganya.
Janji-janji Hadi untuk keluar dari rumah orang tuanya menjadi syarat Sandra untuk kembali.

Seandainya kamu punya kesempatan untuk kabur dari hidupmu, akankah kamu lakukan?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!