Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Jumat, 30 September 2011

Haruskah Kubuang Mawar Itu

Oleh: Kania Praminda


Bandung, 28 september 2011

Ini bukan main-main..
angin sudah berpindah dan aku bukanlah aku..lalu salah siapa

Jaring hitam pekat pada tembok hati telah usang lalu hilang

Dulu birunya langit membuatku tertawa
jemari menguntai bagai puisi cinta Ali baba

Kerumunan datang dan aku menghilang

Jatuh bukan pilihan lalu kau datang mendendang
menjahit barisan luka yang dia tinggalkan

Siapa bilang dia temanku?
kami bersahabat menusuk tanpa berbicara

Harusnya kurebut angin dari wajah manisnya

Dan mereka akan berteriak melempari lumpur tanda peperangan
hanya saja aku mampu

Mawar putih dan Lili suci yang kau tawarkan layu terasamkan luka

Coba saja putar waktu bisa kita jelajahi hutan penuh rintang

Lalu aku pilih diam
menunduk memilin hati

Hanya aku jelas hanya aku

Tak ada angin tak pula ada kau
menghilang bekas jejak di rumput hati

Andai masih aku mengandai
jika perang telah meredam

Haruskah ku buang mawar itu?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!