Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Kamis, 25 Agustus 2011

Bahan Makananku Berdialog

Oleh @TengkuAR


“Anak baru ya?”, tanya Abe sebagai penunggu lama di ruang berukuran satu setengah meter kali satu meter.
“Iya, saya baru saja datang tadi sore. Kamu sudah berapa lama di sini?”, Oli tak kalah bertanya dengan keingintahuannya yang tinggi.
“Oh, begitu. Saya sudah hampir seminggu di sini. Tapi mungkin sebentar lagi saya akan pergi dari tempat ini.”, sahut Abe.
“Loh, mau kemana?”
“Nggak kemana-mana. Masih sekitar sini. Ke seberang sana, di depan persis tempat tinggal kita ini berdiri.”, Abe sambil menunjuk ke arah yang di maksud.
Sebuah tempat luas, kokoh dan terdapat benda berbentuk persegi panjang diatasnya.
“Dimana?”
“Nanti kamu juga akan tahu. Di sana lebih menyenangkan karena di sana semua teman berkumpul di satu tempat, tidak seperti di sini, kita semua terpisah dan berbeda tingkatan. Kalau di sana kita semua seolah berpesta dan melihat suasana baru. Kita juga bisa lebih berekspresi dan dimandikan rasa.”
“Dari mana kamu tahu itu, Be?”
Tiba-tiba  terdengar suara berat dari tingkat paling bawah ruangan itu. Dia biasa dipanggil, Tom, dengan bentuk ukuran yang gemuk dan sulit bergerak.
“Dulu, saya memiliki banyak teman di sini, di tingkat yang sedang saya tempati ini. Kamu juga kan Tom? Dulu kamu tidak sendirian kan di bawah sana? Nah, saya sempat sekali terbawa ke tempat luas di seberang sana, namun majikan kita memulangkan kembali diri saya karena ternyata hanya butuh lima teman saya saja.”
“Memang di sana ada apa?”, tanya Oli.
“Kenapa kamu sangat ingin kembali kesana?”, sela Tom
“Seperti aku ceritakan tadi. Selain itu, majikan kita sebenarnya membutuhkan kita lebih dari apa pun. Kita harus bangga. Kita mengorbankan diri kita untuk majikan yang kita sayang. Majikan kita lah yang membuat kita jadi punya rasa berbeda. Aku yang tadinya hanya mempunyai rasa pedas bisa menjadi rasa yang berbeda ketika bertemu terasi. Dan kamu, Tom, yang hanya punya rasa manis, bisa menjadi penawar bagi masakan yang kelebihan rasa asin. Sedangkan Oli, dia lebih banyak serat di banding kita, berguna untuk pencernaan majikan kita. Seru kan?”
“Wah, saya jadi nggak sabar untuk di masak dan dijadikan makanan oleh majikan kita.”, suara Oli terdengar semangat dari lantai paling atas.
“Semoga malam ini, kita semua bisa bertemu di tempat luas di sana ya?”
“Iya, semoga!”, sahut Abe dan Tom bersamaan tak kalah semangat.
**
Abe: cAbe
Oli: brokOli
Tom: Tomat
**


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!