Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Senin, 15 Agustus 2011

Di Balik Layar‏

Oleh: @sintamilia

Ia memutarkan rekaman video itu.
Video di balik layar saat kami membuat film setahun yang lalu.
Terekam momen-momen lelah, senang, lucu, sedih, marah.
Sesekali mataku berkaca-kaca,
kemudian tertawa terbahak-bahak.
Namun hingga video itu sampai pada akhirnya.
Aku tidak mengatakan apa-apa.

"Kembalilah. Kami membutuhkanmu," ucapnya.
"Tidak bisa. Aku merasa, dunia film bukan duniaku,"
"Itu tidak benar. Kau sendiri yang dulu bilang,
berada di lokasi syuting adalah kegembiraanmu yang terbesar," bantahnya.

"Aku merasa tidak berguna," ucapku akhirnya. "Aku tidak bisa menulis naskah,
mengoperasikan kamera yang besar, mengedit gambar. Aku bisa apa?"

"Merekam kami,"
Aku terhenyak.

"Kami perlu kamu, untuk merekam proses produksi.
Tidak ada orang yang bersedia,
karena menganggap itu hal sepele yang tidak penting,
yang ada atau tiadanya, tidak akan berpengaruh pada film itu sendiri."

Aku masih terdiam.

"Cuma kamu, yang punya passion merekam segalanya.
Yang menghargai setiap cara menyimpan kenangan.
Bergabunglah.
Kami percaya, cuma kamu yang bisa. Kami butuh kamu."

Seringkali memori tak memuaskan jika hanya dalam ingatan.
Lalu bagaimana bisa aku menolak membantu mengabadikan kenangan?

Aku tersenyum padanya, lalu mengangguk mengiyakan.
Tenang kawan-kawan, kan kupastikan momen-momen kita
tersimpan dalam rekaman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!