Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Rabu, 03 Agustus 2011

Cancel it!



Oleh @JennyThaliaF

Bagaimana perasaanmu, jika tiba-tiba proses kematian--yang telah kamu tunggu-tunggu--dibatalkan secara tidak sopan?

Sungguh, itu menambah rasa muakku kepada "waktu" yang mengizinkan hal konyol itu terjadi.

"Surprise! Happy birthday, Reyna!" seru sekelompok orang yang kukenali sebagai keluarga dan ketiga sahabatku yang kini berdiri di depan pintu kamarku.
Namun euforia itu tidak bertahan lama.
"Ya ampun, Rey!! Sadar, Rey! Theo, siapkan mobil, kita ke rumah sakit sekarang," seru Mama pada sahabatku. Theo langsung bergegas keluar. Aku melenguh, kesal.
"Mama apa-apaan sih? Ganggu aku aja deh."
Sial, suaraku yang lemah malah membuat aku makin kalah di depan mereka!
Lalu sekumpulan orang itu membuat suara berdengung, pandanganku mengabur, dan aku mengira bahwa ini lah saatnya.
Ciao!
***
"Reyna...
"
Aku menoleh ke berbagai arah. Ini... dimana ya? Apa ini di surga?
Aku tersenyum saat memikirkan hal itu.
"Ulang tahun itu adalah hal yang spesial bukan?" tanya suara itu lagi.
Aku kini mendapatinya sedang memelukku dari belakang, begitu hangat, dan... aku tak ingin lepas dari pelukannya. "Iya," jawabku dengan suara serak. "Tapi nggak spesial kalo nggak ada kamu. Setiap tahun, kita selalu ngerayain bareng kan? Hari ini ulang tahunku, hari ini ulang tahunmu juga."
Lingga melepas pelukannya lalu menghadapkan tubuhku hingga kami berhadapan. Wajahnya tetap sama, damai dan menenangkan. Rambutnya tetap sama, agak jabrik dan kini sedikit melambai tertiup angin. Matanya tetap sama, selalu menatap dalam, tajam, dan seksi. Tangannya tetap sama, kekar dan kokoh melindungiku.
Perasaan ini tetap sama, hanya ada Lingga. Lingga yang sejak dulu selalu merayakan ulang tahunnya bersamaku--karena ulang tahun kami ada di hari yang sama.
Kurang bahagia apa lagi aku, jika ada Lingga yang sejak dulu menjadi setengah daripada aku?
Yang kurang hanya lah.... ia pergi seminggu sebelum ulang tahun kami.
Ulang tahun seharusnya menjadi hal yang spesial bukan? Apa lagi jika bersama orang yang kaucintai.
Ulang tahun adalah hari dimana jatah hidupmu tepat berkurang satu tahun. Hari dimana orang-orang mulai menuntut tanggung jawab serta kedewasaanmu dalam menghadapi hidup.
Ulang tahun ke enam belas adalah hari dimana aku dan Lingga benar-benar jujur tentang perasaan ini.
Ulang tahun ke tujuh belas ini adalah hari dimana aku akan bersama Lingga untuk selamanya.
"
Ulang tahun akan lebih spesial jika kamu menghargai hidup yang selama ini diberikan oleh Tuhan, Reyna," ujarnya dengan senyum--yang aku rindukan hingga aku rela waktu itu mati. Waktu itu beku. Aku rela membunuh sang Waktu agar aku tetap di sini bersama Lingga.
"Aku rindu kamu."
Aku benci Lingga melihatku menangis.
Tangannya yang selama ini melindungiku kini menghapus air mataku dengan jemarinya. "Aku juga rindu kamu. Tapi, sadarkah kamu, bahwa aku selalu ada di sampingmu?"
"Benarkah?"
"Iya. Kamu harus kembali, ada waktu dimana aku dan kamu akan benar-benar bersama."
"Kapan? Aku sudah sesak karena merindukanmu."
"Akan ada saat itu, Reyna..."
***
"Reyna."
"Om, Reyna sudah sadar."
Mataku terasa seperti diberi ganjalan, susah untuk membuka kelopak mata ini. Ruangan di sekitarku bercat putih, bau obat-obatan, dan ada  Theo, Cindy, Giselle, serta Mama dan Papa.
Air mataku mengalir. 
"Lingga..."
"Lingga udah nggak ada sayang," kata Mama sambil mengelus kepalaku dengan sayang. Sahabat-sahabatku meremas jemariku, mengingatkan aku bahwa aku masih punya mereka yang menguatkan aku dari waktu ke waktu.
"Jangan coba-coba bunuh diri lagi ya," nasihat Papa. Aku hanya melirik sekilas ke arah pergelangan tanganku yang tadi bersimbah darah dan kini sudah dibalut perban.
"Happy birthday, Lingga...," gumamku sambil tersenyum kecil. 
Entah itu ilusi atau bukan, aku melihat Lingga juga tersenyum ke arahku. Kalau ini ilusi, aku ingin menyimpannya sendiri.
"Happy birthday, Reyna."
***

Rabu, 3 Agustus 2011
7:09 A.M
Happy birthday for WS!! Jangan menyerah dan selalu ada untuk penulis ya!! We love youuuu *smooch*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!