Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Kamis, 11 Agustus 2011

Kenangan Bersama Shapeks

Oleh : Rahmi Afzhi W. (@Afzhi_)
The End. Inilah kata-kata yang menjadi penutup film terbagus yang akan
menjadi kenangan dikemudian hari nanti. Yap! Inilah film dokumenter -
ciee - yang berhasil dirangkum oleh teman-teman sekelasku. Memang
tidak sebagus film Harry Potter, Titanic, atau pun Laskar Pelangi.
Tapi, bagi kami yang masih pemula alias dadakan, ini sudah masuk
kategori bagus.
Isinya bukan berupa video. Tapi, berupa foto-foto kenangan selama aku
dan teman-teman sekelas selama dua tahun terakhir. Ada juga foto-foto
kami perorangan. Eits, bukan hanya itu. Foto-foto ini juga diisi
dengan suara-suara dari salah seorang temanku yang terkenal narsis.
Dia membacakan mengenai sejarah foto-foto itu beserta biodata kami
perorangan, siswa-siswi kelas VIII6 dan IX4. Ingin menangis rasanya.
Tentu aku akan merindu masa-masa putih dongker ini setelah aku
menggunakan seragam putih abu-abu nanti. Masih teringat lekat dalam
ingatanku ketika kami bergotong royong, mengecat kelas, belajar,
bercanda, bercengkerama, foto-foto, jalan-jalan bersama dan juga
saling menertawakan teman yang lain – tapi itu masih dalam etika yang
baik kok – yang dapat mengocok perut kami saat menertawakannya. Maukah
kamu kuceritakan beberapa dari cerita yang tak kan pernah kulupakan
itu? Kuharap kamu mau.
*
Sabtu minggu ketiga di bulan Maret 2010
Hari itu adalah hari untuk bergotong royong masal seluruh siswa di
sekolahku termasuk siswa di kelasku. Tepat tiga hari sebelumnya, kami
baru menyelesaikan tugas keterampilan untuk membuat tape – hasil
fermentasi – sebagai tugas akhir semester. Jadilah hari itu sebagai
hari ‘pesta tape’ untuk kami.
“Ris, tolong ambilkan foto aku bersama Ulfa dan Uti, dong!” Putri yang
sangat suka kalau dirinya difoto mengawali acara ‘makan tape pakai
foto’ dengan meminta Riska mengambil jepretan dirinya.
Melihat Putri yang sudah bergaya di depan kamera handphone-nya sontak
membuat teman-teman sekelas mendekat ke arah tiga orang hawa tadi,
yang telah siap dengan pose mereka masing-masing. Maka, akhirnya
gotong-royong terhenti untuk beberapa saat dengan kegiatan makan tape
sambil berfoto ria. Akan tetapi, malangnya bagi kami. Pintu kelas
tidak sepenuhnya terkunci rapat. Dari luar terlihat sedikit celah yang
menampakkan bahwa kami tengah bermain-main. Tiba-tiba terdengar suara
Ibu L ik, di depan pintu. Dan cerita pun berakhir dengan kami kembali
melaksanakan pekerjaan masing-masing setelah dimarahi habis-habisan -
terlalu berlebihan kayanya aku - oleh Ibu Lik.
*
Hari ketujuh Ujian Tengah Semester I di bulan Oktober 2011
Yes! Ujian berakhir. Saatnya menyegarkan otak. Cat sudah dibeli. Kuas
pun telah tersedia. Tidak lupa, beberapa handphone kamera yang akan
membuat nuansa kali ini seperti biasanya alias foto-foto. Saatnya
mengecat kelas dengan warna kuning hambar. Chek it dot!
*
4 Mei 2011
Kue udah. Minum udah. Uang juga udah. Saatnya aku pergi ke sekolah
untuk berkumpul guna pergi jalan-jalan sebagai bentuk acara perpisahan
kami, siswa kelas IX dengan guru dan adik-adik.
Setiba di sekolah, belum ramai nampaknya yang datang. Namun, penghuni
sekelasku sudah hampir lengkap jumlah batang hidungnya - jumlah kami
semua adalah 34 orang, itu berarti jumlah batang hidungnya juga sama -
. Oh ya, aku lupa mengatakan kepadamu. Bahwa, sebelum ini sang teman
narsis yang bernama Amir – tugasnya membuat album video kelas kami
yang baru kutonton sebentar ini – selalu siap sedia setiap hari
meminta foto masing-masing dari kami. Jika kami beralasan lupa, atau
apalah, maka harus bersabar melihat dia ngambek. Jalan-jalan kali ini
dilaksanakan menuju sebuah kolam renang yang menurutku hampir mirip
dengan Dufan. Dari mulai awal perjalanan, acara hiburan di tujuan
jalan-jalan, sampai berenang dan akhirnya pulang pun, kami siswa-siswi
anggota kelas IX4, kelas yang kami namai dengan sebutan Shapeks,
selalu mengambil gambar dimana pun berada dan bagaimana pun pose-nya.
Begitulah beberapa ceritaku. Kamu bosan ya? Mudah-mudahan tidak. Tapi,
kalau kamu bosan juga nggak apa-apa kok. Hehehe. See you!

3 komentar:

  1. Tema persahabatan yang kental menjadi nuansa utama yang menghiasi cerpen ini. Konsep prolog di awal cerita juga sangat bagus. Tidak diragukan lagi, penulis sudah semakin berkembang dibandingkan pertama kali ikutan WS (ya, saya ingat! :p)

    Teruslah bereksperimen, dan kelak penulis juga akan menemukan stylenya sendiri dalam mengungkapkan cerita.

    Terus menulis! :)

    BalasHapus
  2. mana nama egi ai...

    BalasHapus

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!