Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Jumat, 05 Agustus 2011

Kebakaran

Oleh: Jenni Laut



Aku melihat kehidupanku terbakar habis.

Aku bersujud didepan kebakaran tanpa daya.

Kata kata tersangkut didadaku.

Senyum istri dan anakku yang hangat kini memudar.

3 bulan perjalanan jauh untuk kembali ke kampung halaman.

Dua buah boneka kayu dan keramik untuk anakku, dan permata untuk istriku.

Kerinduan yang mendekap didada.

Dan sebuah jiwa yang rindu untuk berlabuh.

Aku melihat bayangan tidak nyata dengan mataku.

Api yang perkasa melambung tinggi di langit malam berbintang.

Membakar jiwa jiwa yang kukasihi, jiwa jiwaku.

Memusnahkan tiap tetes keberadaan hidupku.

Para pelayan berlarian, para budak sibuk berteriak dan mengangkat air.

Seolah mengejekku yang sujud diam memandang rumahku.

Aku tidak dapat benafas, aku juga tidak mencari istri dan anakku.

Aku tidak panik, Aku tidak menangis.

Aku membawa emas dan kekayaan dari laut timur.

Yang memisahkanku dari istri dan anakku.

Hanya untuk menemukan.

Aku kehilangan hidupku.

Tiada suara yang terkeluar dari tenggorokanku.

Mulutku terbuka penuh, sesak didada ingin menjerit.

Kelelahan dan hawa panas menerpa diriku.

Wahai kematian jemputlah aku.

Kebakaran telah membakar kehidupanku.

Meninggalkan tumpukan arang yang bersujud disini.

Mata yang tidak bercahaya dan jiwa yang memutih.

Wahai hidup apakah engkau mencintaiku.

Jika engkau mencintaiku, bawalah aku.

Ketempat anak dan istriku berada.

Ketempat kami akan tertawa bahagia.

Ketempat dimana keabadian berada.

Cintailah aku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!