Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Senin, 14 Maret 2011

Primadona Rumah Kaca

Oleh: Riezky Oktorawaty
Twitter: @riezkylibra80


Ziva, seorang wanita muda berusia 22 tahun. Ia tak hanya cantik bertubuh tinggi semampai, dengan rambut hitam legamnya, Ziva bagaikan seorang model Ibukota. Ziva, kami biasa memanggilnya di rumah kaca itu. Ziva adalah primadona. Ya, Ziva seorang pekerja seks.
Merasa dirinya adalah seorang primadona, membuat Ziva sering pilih-pilih tamu. Berduit, itu tamu kesukaan Ziva. Langganan Ziva tak segan menghamburkan uangnya. Apalagi pelayanan Ziva di ranjang sangat memuaskan. Tak hanya itu, Ziva juga berwawasan luas, ga heran banyak bos-bos yang ‘menggandeng’ Ziva dalam tiap ‘perebutan’ proyek-proyek besar.
Ziva, seorang mahasiswi tingkat akhir jurusan Komunikasi di salah satu universitas swasta ternama di Surabaya. Tak ada yang tahu sepak terjang Ziva di malam hari. Ia aktif di Senat, Ziva juga bintang kampus 2 tahun lalu. Semua prestasinya di kampus menutupi kehidupan malam nya yang kelam.

******

Terlahir dari sebuah keluarga petani, membuat Zaenab tak patah arang mencapai cita-citanya. Ia tak ingin bernasib sama seperti kedua orang tuanya. Sadar bahwa kedua orang tuanya tak akan mampu menyekolahkan Ia sampai ke bangku kuliah, Zaenab nekat pergi ke kota Surabaya selepas lulus SMU. Apalagi Zaenab merasa sebagai anak tertua, Ia mempunyai kewajiban kepada ketiga adiknya.

Kedua orang tua Zaenab tak pernah mengijinkan kepergiannya ke Surabaya. Apalagi setelah tahu yang mengajak Zaenab adalah Marni. Orang-orang kampung banyak yang membicarakan kejelekan Marni. Ada yang bilang, Marni simpanan om-om, ada pula yang bilang Marni melacur di Surabaya.
Semua hal-hal buruk soal Marni, tak membuat Zaenab gentar. Dengan berat hati kedua orang tua Zaenab mengijinkan putri kesayangan mereka ini pergi ke Surabaya.

Sesampainya di Surabaya, Marni mengajak Zaenab tinggal di kost an nya untuk sementara waktu, sampai nanti Zaenab mempunyai pekerjaan dan mampu mencari tempat tinggal sendiri. Marni menawarkan pekerjaan sebagai pelayan toko.

Sudah seminggu ini Zaenab menjadi pelayan toko di Toko Kelontong milik Pak Barga. Zaenab mulai betah, selain gajinya lumayan, Pak Barga sangat baik terhadap Zaenab. Ternyata Pak Barga diam-diam menyukai Zaenab. Dia berencana memperistri Zaenab. Namun sayang, keinginan memperistri Zaenab, diketahui sang istri. Ibu Barga memaki-maki Zaenab, sebagai perebut suami orang. Tak segan dengan orang-orang yang menonton kejadian tersebut di sekitar toko, Ibu Barga menempeleng Zaenab dan menariknya keluar. Zaenab di usir.

Sebulan setelah kejadian itu, Zaenab belum juga mendapatkan pekerjaan tetap. Semua toko yang Ia lamar, menolak, Zaenab terlalu cantik, Istri pemilik toko takut, suaminya berpaling hati kepada Zaenab.

Kecantikan Zaenab malah jadi penghalang nya mencari kerja. Hingga suatu ketika, Ia ditawari Marni menjadi SPG produk parfum. Berawal dari sinilah Zaenab berkenalan dengan pengusaha kaya. Sebut namanya Om Ardhi. Om Ardhi menjanjikan kemewahan pada Zaenab, termasuk membiayai kuliahnya. Ia mengajak Zaenab tinggal bersamanya. Marni yang mengetahui hal itu, langsung melarang keputusan Zaenab. Biar bagaimanapun, Marni menjaga amanah dari kedua orang tuanya Zaenab. Namun Zaenab bersikukuh dengan keputusannya, Marnipun mengijinkan Zaenab tinggal bersama Om Ardhi. Zaenab hanya melihat kemewahan yang di tawarkan Om Ardhi, tanpa memikirkan timbal balik yang harus di berikan Zaenab kepada Om Ardhi.

Suatu malam di perjamuan pesta, di rumah Om Ardhi. Om Ardhi mengundang relasi-relasi bisnis nya untuk merayakan proyek besar yang dimenangkannya. Dipengaruhi minuman beralkohol Zaenab menemani Om Ardhi ke kamar atas. Ya, malam itu, Zaenab kehilangan masa depannya, dalam keadaan mabuk, Zaenab kehilangan keperawanannya.

Zaenab menangis dan menyesali kejadian semalam. Namun nasi sudah menjadi bubur. Dengan tatapan nanar, Zaenab terpaksa menerima semua akibatnya. Om Ardhi yang menyadari kegalauan Zaenab, memeluk dan menenangkan hati Zaenab.

Om Ardhi mendaftarkan Zaenab di universitas swasta ternama di kota ini. Zaenab sangat gembira, akhirnya Ia bisa kuliah. Atas saran Om Ardhi, Zaenab mengganti nama menjadi Ziva. Biar agak modern sedikit.

Ziva sangat terkenal di kampus, Ia termasuk mahasiswi pintar. Namun demi menjaga rahasia dia tinggal bersama Om Ardhi tanpa hubungan pernikahan, Ziva sedikit ambil jarak dengan teman-teman kampus. Walaupun sedikit tertutup, Ziva mempunyai banyak teman.

Setahun sudah Ziva tinggal dengan Om Ardhi. Malam itu, jam sudah menunjukkan pukul 23.05, Ziva cemas menanti kepulangan Om Ardhi. Handphone Ziva berdering, Om Ilyas, ada apa yah, gumam Ziva. Ziva seketika terkejut, mendengar penjelasan dari Om Ilyas. Om Ardhi tertangkap polisi, karena kedapatan membawa obat terlarang. Ziva tak tahu bahwa ternyata Om Ardhi adalah bandar narkoba.
Belum lepas kesedihan karena Om Ardhi di penjara, datang petugas Bank, menagih hutang-hutang Om Ardhi. Rumah akhirnya di sita Bank. Ziva yang tak punya sanak saudara lain selain Marni, Ia pun memutuskan ke rumah Marni. Ziva menjelaskan semua yang terjadi selama satu tahun ini.
Ziva masih ingin kuliah, Marni menawarkan jalan terburuk bila ingin bertahan hidup dan meneruskan kuliah. Ya, melacur. Marni mengenalkan Ziva pada Mami Sofie. Mami Sofie suka melihat penampilan Ziva. Rumah Kacaku bakalan rame nih, ucap Mami Sofie dalam hati.

Ziva terjebak dalam dunia malam yang kelam. Demi kuliahnya, dan juga demi adik-adiknya. Kedua orang tua Ziva tak pernah tahu apa yang di kerjakan putri kesayangannya itu di Surabaya. Yang mereka tahu, Ziva tak pernah telat mengirimkan uang bulanan ke kampung untuk biaya sekolah, biaya hidup dan di tabung untuk membeli sawah sendiri.
Ziva juga menyukai dunia malam nya ini. Ziva sang primadona, terjebak di Rumah Kaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!