Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Sabtu, 25 Juni 2011

Dustaku Nomor Lima Puluh

oleh @meiizt

Suatu pagi ketika langit mengelabu.
Aku berkata aku tak percaya padamu.
Sungguh, kaulah orang yang tak ingin kugantungi hidupku.
Tapi itu dustaku nomor satu.

Benar dalam hati ingin aku menyandar seluruhnya padamu.
Kau tanya kenapa aku tak percaya.
Kujawab pada semua orang aku tak pernah menaruh rasa.
Mereka hanya berpura-pura dalam sandiwara.
Bagaimana aku bisa percaya?
Dan kau mengarahkan telunjukmu padaku.
Pada pikiranku.
Picik, kaulah yang pura-pura dan berdusta, tudingmu.
Dan aku tak mengelak karena demikianlah aku.
Apa yang kau tunggu?
Cepat pergi dan tinggalkan aku!

Tapi kau bergeming di tempatmu.
Selangkah pelan-pelan kau dekati tempatku menaruh hati yang sekeras batu.
Kau guyur dengan tetes-tetes air yang jujur dari lubukmu.
Air pun bisa menghancurkan batu, ujarmu tanpa ragu.
Tapi akulah yang meragu.
Kuanggap itu dustamu.
Sungguh tak ingin aku meragu.
Padamu.

Mungkin, ah, pasti aku takut untuk percaya.
Aku terlalu takut kau berdusta.
Kita ini ada, tanpa cerita.
Tak bisakah kau biarkan saja aku merana sendiri?
Kau selalu datang disaat aku butuh teman dalam sepi.
Pergi, pergi!
Aku ingin kau pergi, atau aku yang pergi.
Tapi itu dustaku nomor dua.
Aku tak pernah berharap kau tak ada.

Lebih baik kau mati saja.
Tapi itu dustaku nomor tiga.
Aku tak pernah menginginkan pergimu dari dunia.

Cepat, berdusta saja, tentang apapun!
Jangan buat aku mempercayaimu!
Tapi itu dustaku nomor empat.
Aku tak mau mendengar kebohonganmu.
Aku tak mau melihat ketidakjujuranmu.

Tapi aku tahu dusta terbesarmu.
Adalah ketika kau berkata aku berdusta tentang semua perasaanku padamu.
Kau tahu hanya dengan setetes airmu, batu ini telah luluh.
Tapi kau terus menuangnya hingga aku mengalir bersama airmu.

Ketika langit tak lagi mengabu,
kukatakan aku cinta padamu.
Tapi itu dustaku sudah nomor lima puluh .
Sesungguhnya aku mencintai kebohonganmu tentang mencintaiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!