Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Kamis, 23 Juni 2011

Tua


Oleh: Melissa Olivia (@moliviatjia)

Aku sudah tua. Ya, sudah lebih dari 4 abad aku menjadi bagian dari dunia ini. Sudah banyak kisah dan cerita di sepanjang hidupku. Kisah bahagia, kisah duka, kisah amarah, dan kisah tragis pernah tertumpah di hatiku. 

Aku jadi teringat dulu berganti pemilik beberapa kali. Dari ras melanosoid hingga ras kaukasoid. Beribu-ribu pendatang dari luar hijrah ke tempatku, menaruh pengharapan. Bahkan hingga terjadi tragedi berdarah dan mungkin pembantaian paling kejam dalam sepanjang peradaban manusia. Hingga kemudian, suatu saat aku berhasil merdeka. 

Kemudian, aku begitu dicari oleh banyak orang. Setiap tahun, gelombang manusia datang mengadu nasib padaku, menjadi tempat menggantungkan harapan mereka akan hidup yang lebih baik. Mereka rela meninggalkan kampung halaman nun jauh di sana. 

Dalam sekejap aku berubah menjadi metropolis. Segala kebutuhan mereka, nyaris tak ada yang tak tersedia. Pendidikan, gaya hidup, makanan, minuman, politik, sosial budaya, hukum, siklus ekonomi dan pembangunan berdenyut setiap harinya. Di kala malam menyambut pun, kehidupan masih terasa. Kelap-kelip lampu bergemerlapan mewarnai legamnya langitku. 
Itu satu kisah kebanggaanku. 

Kisah sedihku, salah satu tragedi berdarah pernah pula tergores lagi dalam riwayat hidupku. Ketika para penghuniku menuntut sebuah perubahan radikal, demi kelangsungan hidup negaraku ke arah yang lebih baik. Sebuah kisah pahit yang hingga kini masih membekas di dalam hati mereka.

Di sisi lain, kondisiku mulai dikhawatirkan banyak orang. Ribuan suara kekhawatiran, keluhan, dan hujatan aku dengar setiap harinya. Mereka mengeluh penuh sesak. Tak ada penataan yang berarti untuk membuat mereka nyaman. Semakin hari semakin padat saja diriku. Belum lagi prediksi-prediksi yang mengatakan kemungkinan aku akan tenggelam suatu hari nanti. Oh tidak! Aku tak bisa membayangkannya. Aku tak ingin riwayatku tamat begitu saja. Aku ingin tetap hidup dan terawat dengan baik.

Kini, aku hanya bisa berharap di hari ulang tahunku ini, aku bisa menjadi lebih baik kembali. Yang mampu menorehkan senyum kembali di bibir mereka dan tetap menjadi tumpuan harapan bagi mereka yang menginginkannya. Walaupun aku makin menua, sudah seharusnya aku bisa memberikan yang lebih layak untuk mereka penghuniku.

Dirgahayu Jakarta!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!