Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Senin, 30 Agustus 2010

Harapan Kosong

Judul: Harapan Kosong

Oleh: Dhanis

http://sotyasari-dhanisworo.blogspot.com/



Ribuan kali aku mengingatkan diriku bahwa cinta tak harus memiliki. Dan, ribuan kali pula aku terluka karenanya. Aku ingin memiliki apa yang tidak bisa aku miliki. Aku ingin menyayangi apa yang tidak bisa aku sayang. Aku ingin mencintai apa yang tidak bisa aku cinta. Raganya, senyumnya, kasih sayangnya, cintanya, perhatiannya, semuanya bukan milikku.

Aku hanya bisa memimpikannya disaat aku terlelap dalam tidurku, dan mengenang masa-masa indahku bersamanya. Masa-masa yang takkan pernah terulang kembali. Masa-masa dimana aku menjadi wanita paling bahagia di dunia. Tapi, aku tahu semuanya hanyalah harapan kosong belaka. Harapan yang takkan pernah menjadi kenyataan, kecuali jika aku mati dan bertemu dengannya di pintu surga.

Aku mungkin mencintai orang tidak pada tempatnya, pun mencintai pada saat yang tidak tepat. Tapi, aku tak mampu mengenyahkannya dari ingatanku. Sekeras apapun aku berusaha, sekuat apapun aku menolak, aku tetap tidak bisa. Hatiku seakan terpenjara dalam perangkapnya. Perangkap dimana seharusnya aku tidak terjebak disana. Namun, aku hanya manusia biasa yang terkadang lalai dan masuk ke dalam ruangan bertajuk labirin.

Tapi, aku menikmatinya. Walau hatiku tercabik-cabik penuh luka, aku tak merasakan pedih. Yang ada hanyalah bahagia seolah aku terbang bebas, sebebas merpati. Aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa perlu berpura-pura. Aku bisa merasakan bahwa aku tidak sendiri - bahwa, masih ada seseorang yang peduli tentangku, pada apa yang terjadi padaku, pada apa yang kurasakan.

Mungkin, luka-lukaku akan menganga semakin lebar. Tapi, aku bisa menyembuhkannya sendiri dengan senyumku. Dia selalu ada untukku, bagiku sudah lebih dari cukup. Lubang di hati ini kurasakan perlahan tertutup dari waktu ke waktu. Canda tawa dan sedikit perhatiannya mampu membuatku kembali utuh seperti sediakala. Dia adalah kebahagiaanku, matahariku, kesempurnaanku. "Jangan pergi dariku karena aku akan selalu membutuhkanmu."    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!