Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Kamis, 05 Agustus 2010

"Apel Terbang"

Oleh: @Mistchegeo

APEL.
Kenapa sih harus apel?
Karena Apel adalah buah paling hebat. Buah yang mengubah wajah dunia sampai menjadi yang kita kenal sekarang.
Apel. Kabarnya buah khuldi yang disebutkan dalam kitab suci ada yang menafsirkannya sebagai apel. Tapi anehnya, kitab suci beberapa agama nggak berbeda pendapat tentang bagaimana buah itu menjadikan manusia beranak-pinak di Bumi. Bayangkan kalau dulu Hawa nggak terbujuk rayuan setan, pasti dia nggak memetik buah itu. Lalu, Hawa nggak bakal meminta Adam untuk mencobanya. Dan kalau semua itu nggak terjadi, maka kita akan tetap di surga.
Gampang menyalahkan Adam atas keputusan yang diambilnya. Tapi coba deh, ayah membawa sebuah kotak ke rumah. Ayah bilang, jangan sampai ada satu orang pun yang membuka kotak ini!!! Pasti kebanyakan orang bukan cuma segera bertanya-tanya apa isi kotak itu, tapi juga mungkin sudah ada yang berpikir kapan kotak itu akan saya buka, bagaimana cara membukanya, dibuka di sini atau dimana, haruskah menyamar atau menunggu ayah pergi. Intinya saat dilarang, kita justru mencari cara untuk melanggar larangan itu. So, masih menyalahkan Adam pada keadaan kita sekarang di dunia?
Tapi Tuhan itu adil. Termasuk dalam perkara apel ini.
Nggak percaya?
Coba bayangkan kalau yang jatuh di kepala Newton itu buah duren? Bukannya merumuskan teori tentang gravitasi, yang ada juga pohon itu bakal diarak keliling kampung, digantung lalu dibakar hidup-hidup karena sudah membunuh calon salah satu ilmuwan terbesar sepanjang sejarah.
Ya, cuma gara-gara apel, kita mengenal istilah gravitasi. Gara-gara apel juga, Newton merumuskan semua kaidah dalam mekanika gerak. Dengan begitu ilmuwan yang lebih maju dan modern berpikir untuk mengalahkan gravitasi sehingga menjadi bentuk fisik yang kita kenal sekarang sebagai pesawat. Gara-gara apel manusia bisa terbang!
Bukankah terbang adalah salah satu obsesi kuno manusia sejak jaman purba?
Tuhan adil kan?
Biarpun ayah sudah cerita begitu, adik tetap menggerutu. Dia membanting pintu kamar, tetap nggak terima karena adik dapat apel, tapi kakak dapat duren.

4 komentar:

  1. Baguuss ide ceritanya,,, satu lagi buah apple bkn sekedar buah tp jg technology di jadiin nama laptop dan phone jg hehehehe

    BalasHapus
  2. Iya :) Apalagi kata-kata terakhirnya... Penutup yang playful, setelah pembahasan apel panjang lebar, "tetap nggak terima karena adik dapat apel, tapi kakak dapat duren."

    Good job :)

    BalasHapus
  3. keren yah.. harusnya ada tombol likenya..

    BalasHapus

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!