Oleh: Astari Indah (lady_of_crown@yahoo.com)
Aku mulai hari dengan senyum berseri.
Namun hanya dalam dua jam semua mencekam.
Hasrat hati tak ingin tahu, tapi sadar itu Tuhan yang punya mau.
Langit kemudian mendung, aku pun duduk termenung.
Apakah ada wanita lain atau ia hanya bermain-main?
Mungkin ini satu-satunya cara agar aku terhindar dari prahara.
Pikiran kalut tanpa muka cemberut agar wajah tak berkerut.
Bila ia berpindah ke lain hati, tak mungkin juga kupakai belati.
Kupikir ia berhati kencana tapi nyatanya hanya bencana.
Sungguh tak sanggup lagi kudengar cerita tentang ia yang mengejar cinta.
Memang cinta tidak mudah, cinta hanya membawa gundah.
Aku mulai hari dengan senyum berseri.
Namun hanya dalam dua jam semua mencekam.
Hasrat hati tak ingin tahu, tapi sadar itu Tuhan yang punya mau.
Langit kemudian mendung, aku pun duduk termenung.
Apakah ada wanita lain atau ia hanya bermain-main?
Mungkin ini satu-satunya cara agar aku terhindar dari prahara.
Pikiran kalut tanpa muka cemberut agar wajah tak berkerut.
Bila ia berpindah ke lain hati, tak mungkin juga kupakai belati.
Kupikir ia berhati kencana tapi nyatanya hanya bencana.
Sungguh tak sanggup lagi kudengar cerita tentang ia yang mengejar cinta.
Memang cinta tidak mudah, cinta hanya membawa gundah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!