Oleh: esdoubleu (@eswlie)
Perasaan ini ada di ujung aksara. Jatuh melayang di udara.
Bersama dedaunan yang gugur terberai, menyentuh muka sungai.
Basah pun menjejak. Arah terbahak. Air bergejolak.
Lalu hening. Bergeming.
Sunyi mendadak keramat. Membuat terik tak lagi penat.
Membuatmu dan aku, terdiam. Menggenggam rindu dendam.
Seperti terbenam, tenggelam, tapi tak karam.
Seperti meresapi waktu yang bertalu-talu kelu.
Mencahar ngilu di ulu yang sebagai pilu sembilu.
Dan lalu tercebur. Mendebur.
Menderai terburai.
Merintih tertatih.
Tergetar, terkapar, tapi mengapa masih jua tak gentar?
Ke hatimu aku ingin bermuara. Seperti sungai berhenti mengembara.
Mengalir pada laut. Pada taut. Pada sengkarut yang kembali larut.
Mengerang pulang. Menerjang karang.
Melebur, tanpa terhambur.
Menyurut, tanpa takut.
Melangut, tanpa hanyut.
Memecah, tanpa lelah.
Barangkali menjadi ombak.
Menghitungi kelak.
Menjadi arus.
Membebat hati yang tak akan aus.
Menjadi buih.
Dan tak lagi bersedih.
Menjadi tak berhingga.
Maka maut tak akan teraga.
Menjadi nuansa.
Merajut asa.
Atau, menjadi sesederhana air.
Memeluk cerita yang tak berakhir.
Sekarang dan selamanya.
Dengarkan iramanya.
Percaya pada niscaya,
Usai ia dalam kekal yang tak tercerai.
Like This :)
BalasHapusevery thumbs up :)
Wah, saya harus belajar untuk bisa menulis dengan lebih serius nih...Biar bisa menghasilkan tulisan sehebat ini.
Terimakasih karena sudah memasukkan tulisannya di blognya writing session,ya? :) Saya jadi bisa belajar banyak :)
Salam kenal,ya :)
salam kenal, Mbak! :) Terima kasih sudah baca.
BalasHapuseswlie mah jagoan emang bikin yang gini-gini.
BalasHapus=)
Eh ada Rahne. :)
BalasHapusngiri deh sama bakat-nya :P
BalasHapus