Oleh: Rofianisa
http://blabbermouthdisease.tumblr.com/
Tell me when will you be mine
Tell me quando quando quando
We can share a love divine
Please don't make me wait again
…
“Gw rasa gw jatuh cinta, Ti.” seorang Satria memulai per-curcol-an setelah solat ashar di musola.
Seorang Uti hanya bisa menganga, “Ha? Sama siapa?”
Nggak. Ini terlalu tiba-tiba. Ini kejadian tak terduga. Biayanya sepuluh persen dari total anggaran dana. Bercanda. Satria? Pria milik semua wanita? Si ganteng kharismatik yang katanya tidak bisa fokus pada satu orang saja? JATUH CINTA?? SAMA SIAPA???????
Satria hanya tersenyum. Senyum jatuh cinta, Uti bisa tahu itu. Raut mukanya merona.
Selesai menebar pesona dengan senyumnya yang membuat klepek-klepek keturunan Hawa, Satria akhirnya angkat bicara,
”Ntar lo juga tau, Ti.”
…
Seminggu setelah kejadian, Uti akhirnya tahu siapa sang wanita pujaan hati Satria.
Si kasep baik hati ini memang geblek soal cinta. Gerak-geriknya terbaca di mana-mana. Di rapat himpunan, pas jalan-jalan, menghadiri kawinan, atau sekedar saat keluar makan di tengah malam; Satria menunjukkan kepada dunia, siapa wanita yang disukainya.
Mia. Mia yang itu. Mia yang kenes itu. Mia yang berada dalam lingkaran pergaulan mereka. Yang memang selalu ada di mana Satria ada (atau justru sebaliknya).
Uti nggak rela. Semua orang yang tahu pasti mengerti kenapa.
...
”Mia lucu ya, Ti. Cantik.” racau Satria saat malam memulangkan mereka, hanya berdua.
”Hmm.” Uti hanya memberi tanda bahwa ia mendengarnya, tanpa menunjukkan ketertarikannya.
”Pinter, baik, supel, lincah... Dan satu senyuman mautnya udah bisa bikin gw ngajak dia kawin, Ti. Gw sayang banget sama dia.”
When will you say yes to me
Tell me quando quando quando
You mean happiness to me
Oh my love please tell me when
”Ya. Gw tau.”
”Gw takut, Ti.”
”...” duh! Satria mellow banget malem ini.
”Ta... tapi dia nanggepin gw, gimana dong?”
Satria, lo cuma membela diri.
“Dia seakan bilang, ‘Tunggu ya, Sat. Akan ada waktunya.’ Dan dia terus ngasih gw kesempatan, Ti. Selalu ada celah buat gw bareng sama dia!” seakan merasa dihakimi oleh kesunyian teman bicaranya, Satria mulai menaikkan nada bicara.
Every moments a day
Every day seems a lifetime
Let me show you the way
To a joy beyond compare
Celah itu lo yang buat sendiri, Sat. Liat tuh muka lo. Mana ada yang nolak kalo diajak? Uti masih berbicara di dalam hati.
“Apapun yang terjadi, gw akan berusaha buat ngedapetin dia, Ti.” Satria menangguhkan hati, memantapkan diri.
I can't wait a moment more
Tell me quando quando quando
Say its me that you adore
And then darling tell me when
Uti masih nggak rela. Semua orang sudah tahu kenapa.
Ia keluar dari mobil Satria tanpa mengucap apa-apa, lalu membuka pintu gerbang kosannya.
Sebelum mengunci gerbangnya kembali ia berbalik tiba-tiba,
oh my darling tell me when
Diteriakkannya kata-kata penutup harinya yang durja dengan kencang luar biasa,
And then darling tell me when…
”Percuma, Sat! Kita semua tau kalo Mia itu LESBI!!!”
…
Kesunyian malam memenjarakan mereka berdua, hampa.
...
...
…Oh my darling tell me when?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!