Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Rabu, 16 Februari 2011

Dosaku Pada Anakku

Oleh: @yulialiman



Terus terang aku merasa berdosa pada si sulung.
Tidak dapat memberinya ASI ekslusif, gara-gara stress.
Aku tidak ingin menikah, aku ingin jadi biarawati.
Hidup penuh doa dan karya di biara.
Orangtuaku tetap mendesak aku segera menikah.
Tuhan mahabaik mengirim teman sejak SMP yg mencintaiku.
Tanpa pacaran, kami menikah dan bahagia.
Aku tidak mengenal keluarganya tak menyangka punya banyak saudara.
"Banyak anak rambut, akan banyak ipar" kata temanku.
Si sulung lahir tanpa hatiku benar-benar siap.
Asi tidak bisa keluar, sakit di hati dan sakit di dada,putingku luka.
Si sulung di sebut anak botol oleh mertuaku.
Pindah-pindah kota karena tugas suamiku, aku stress dengan lingkungan baru.
Dengan keras kudidik si sulung, sampai dia benci ibunya.
"Maafkan, mama,sayang."
Sekarang si sulung sudah menikah segera ingin punya momongan.
Semoga aku bisa menebus dosaku pada anak-anaknya kelak.
Kasih sayang tanpa kekerasan.
Tampak si sulung sedikit demi sedikit mulai sayang padaku, ibunya.
Terima kasih, Tuhan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!