Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Rabu, 06 April 2011

Being Rochelle Is Not Just Enough

Oleh @brynabudiman 




"Ah mum, aku kan mau masuk Love International School ( nama fiksi) ! Pokoknya aku mau pindah sekolah!"
" Kenapa sayang? Kan kamu uda 3 tahun di sini, betah lagi, teman-temannya enak kan?"
" Aku ga puas kalo aku ga ke school international, I mean that way I get a better change to get into American universities!..Paling kalo di Butir Kasih National Plus bisa kemana sih? Paling bagus juga.. hmmpphh. POKOKNYA aku mau pindah"
"Sayang.. bayarnya mahal kan..lagipula mama denger pergaulan disana kurang bagus. Kamu siap mental?"
"Ah..uda capek ah mum.mo tidur" Dengan kesal, Rochelle membanting pintu kamarnya, dan menangis di bantalan yang empuk.

Tuhan, aku memang orangnya pendiam, tapi aku juga punya harapan untuk menjadi baik, aku mau ke sekolah itu bukan cari pamor. Sebenarnya aku hanya mau membanggakan orang tuaku. Aku juga berambisi untuk menjadi dokter, jadi pasti fasilitas di LIS bantu banyak deh. Kenapa sih mama bersikeras aku tetap stay di sekolah jelek itu!!!  Aku mau menjadi lebih baik... Kenapa dia tidak mau mengerti? Apa dia salah satu orang yang akan menghambat mimpi-mimpiku, apa dia tidak percaya pada potensiku? Kuakui, pendidikanku lumayan, bisa dibilang di atas rata-rata, aku yakin dengan standarku aku bisa masuk. Tapi kenapa?

Di sekolah. Pas break, ada segerombolan cewek populer datang menghampiri Rochelle. BRAK!!! Mangkok baso Rochelle digebrak oleh si kakak kelas itu. Dia berkata," Heh, cewe! Ngapain lu ikutin gw pake jepit itu. Lepas!" Rochelle tentu tidak terima, dia mencoba mengambil jepitannya, malah dijambak oleh cewek itu. Tak menahan emosi, pukulan dari tangan Rochelle sampai ke muka cewe itu. Hidungnya berdarah. Rochelle disuspen. 

Tuhan, sekarang aku lebih ga dikasi ke LIS. Mum malah marah sama aku. Maksudnya kan aku diremehin tuh cewe, terus ini bukan pertama kalinya lagi. Ya jelas, emosi yang menumpuk keluar semua. Kenapa sih orang dewasa ga mau ngerti kalo aku yang sakit, bukan tuh cewe. Aku sakit hati. Muak dengan semua, perlakukuan cewe-cewe itu,  pembelaan mum ke cewe itu (Masa aku disuruh bilang sorry) , dan pihak sekolah yang lebih membela cewe itu soalnya nilainya lebih bagus. Tuhan, itu gak adil!!

Next day, Rochelle pamit ke mumnya dan jalan kaki ke sekolah. Jaraknya hanya sekitar 5 menit dari rumah. Di jalan ia lihat anak perempuan yang sepertinya seusia dirinya , memakai baju seragam dan sedang menangis. Roch pun menghampirinya dan bertanya ,"Kenapa kamu?" Dia tersedu-sedu menjawab ,"Aku diputusin dari sekolah, soalnya ga bisa bayar." *EGGH* Strike to the heart, flashback, what she did, what she said. Dia sadar, Rochelle ikut terharu dan berkata, emang sebulan bayar berapa ? Cewe itu menjawab, " Rp2.000.000,-" Deg....Deg..Deg.. Sekolah LIS sunggguh mahal, biayanya aja, 30x lipat sekolah cewe ini dan 6x sekolahnya sekarang. Tuhan, maafkan aku yang egois. Ternyata ada banyak orang yang lebih susah dariku, banyak yang sedih bukan karena tidak bisa ke sekolah mahal, melainkan karena ga bisa sekolah sama sekali. Maafkan aku Tuhan, beri aku jalan agar apapun pilihanku sesuai rencanaMu. God, teach me to appreciate my family more. I have a lot to learn.

Keesokan harinya, Rochelle changed her mindset. Walaupun harga dirinya terluka, ia meminta maaf kepada cewe yang tidak tahu malu itu; karena egonya itu tak sebanding dengan luka yang dialami gadis kemarin. Mulai saat ini, dimanapun ia berada, ia bertekad untuk mendapat nilai best yang bisa dia achieve. 

God, thank you for reminding me how inconsiderate I am to people around me. Teach me to be humble and hardworking, that I may glorify you through my actions. Sudah cukup, kalau memang aku sudah siap, pasti Tuhan memperbolehkanku ke LIS. Tapi , sementara ini I realized, that I have to control my emotions. Ignore what mean people say, don't waste your time on them. Waste it on doing little small things that makes a big difference in God's eyes. That is what i've learned.

9 komentar:

  1. Wow hebat!
    Cerita yang sangat bagus untuk dibaca oleh semua orang, khususnya anak-anak remaja, yang kadang-kadang tidak bersyukur akan semua fasilitas yang sudah didapatkannya.

    BalasHapus
  2. Hey guys! Comment on my writing ;) Give me some feedback please, thanks .

    BalasHapus
  3. Bahasanya rada kecampur antara Indonesia dan Inggris. Tetapi secara keseluruhan oke... keep on writing

    BalasHapus
  4. It's a great story =) not much people consider this problem a serious one.

    BalasHapus
  5. wah keren banget!! ceritanya sangat kreatif dan orisinil, dan menggambarkan kehidupan remaja jaman sekarang dengan baik (Y)

    BalasHapus
  6. cerita ini perlu disebarkan sebanyak-banyaknya kepada teman2 smua...

    BalasHapus
  7. Bagus buat anak remaja biar mereka bljar bersyukur, perlu tuh di zaman sekarang ini... penulisannya bisa dikembangkan lagi, tpi ud cukup baik :) campur2 inggris-indo ny agak gak enak kadang-kadang soalnya. smangat trus nulis ya!

    BalasHapus
  8. huaaaah so good

    BalasHapus
  9. Good writing....I like the mix of Indo and english....

    BalasHapus

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!