Oleh: @Didithp
Lagu itu sudah berputar entah berapa kali di pemutar musik laptopku yang memang sudah aku set untuk mengulang dan terus mengulang lagu itu. Aku terbaring di atas tempat tidur yang berseprai biru, menatap langit-langit seakan tubuhku sedang melayang jatuh, atau langit-langit itu yang mendadak meninggi. Irama ceria itu terus mengalir masuk ke dalam pikiranku, menutupinya seperti minyak yang menyelimuti permukaan air; terus menumpuk namun menolak bercampur.
Suara lagu itu makin sayup, makin kecil, sampai aku tak tahu lagi apakah lagu itu benar-benar masih terdengar atau hanya pikiranku yang terus menggemakannya. Namun aku tak peduli, kupejamkan mataku. Mendengarkan irama imajiner yang mengalun dalam pikiranku, bahkan sampai bermenit-menit setelah aku sadar bahwa laptopku sudah mati kehabisan baterai.
Mataku masih terpejam namun aku tidak tidur. Aku tak tertidur, tapi aku tahu bahwa aku sedang bermimpi. Berjalan perlahan mengamati irama gembira lagu itu mengalir memenuhi udara di sekitarku bagaikan warna-warna pelangi. Mengambil setiap langkah sambil menatapi kalimat-kalimat lirik lagu itu bergerak, berputar-putar, menari di sekelilingku.
We wrote a prelude to our own fairy tale..
Deretan kata berwarna keperakan itu lewat di hadapanku. Aku memperhatikan setiap hurufnya. Wajah Dia yang tersenyum, terpantul di huruf 'o'. Tatapan mata-Nya terlihat di huruf 'd' dan nampak wajah seriusnya ketika sedang membaca buku di permukaan huruf 'r'. Lalu kalimat itu melayang menjauh menembus dinding kabut warna.
We wound a race track Through your mom's kitchen chairs..
And fought the shadows back, Down your dark basement stairs..
Dua kalimat itu melesat lewat di sebelah kanan dan kiriku. Keduanya berwarna hijau muda, huruf-hurufnya berbelok-belok berputar, terbang membentuk spiral kata-kata. Di sekitarnya, warna-warna nada bergerak, bergelombang.
So bored to death you held your breath and I tried not to yawn..
You made my frown turn upside down and now my worries are gone..
Kali ini kata-kata itu melayang cepat satu demi satu dari bawah, dari balik asap aneka warna yang menyelimuti pijakanku. Aku menjulurkan tanganku berusaha menyentuh kata 'breath' yang sedang melayang naik. Kata itu berayun ketika jariku menyentuhnya. Aku tersenyum dan mengedarkan pandanganku ke sekeliling ruang itu.
Disini aku melihat apa yang kudengar. Disini gaung dan gema menjadi wujud nyata.
I'll be out of my mind..
Tiba-tiba kalimat itu muncul di hadapanku.
And you'll be out of ideas, pretty soon..
Kata demi kata muncul bersambungan disamping kalimat sebelumnya.. Huruf-hurufnya berwarna biru muda.
So let's spend the afternoon in the cold hot air balloon..
Satu per satu kata-kata itu muncul di depan wajahku lalu melambung perlahan ke udara.
Ini sangat indah, pikirku. Namun ketika aku hendak memejamkan mata untuk lebih menikmati keindahan ini lebih mendalam, mataku malah terbuka. Cahaya lampu kamarku nampak terlalu terang dan nyaris membutakan.
Mataku tadi terpejam. Namun tidak, aku tidak tidur. Aku tidak tidur, namun aku tahu bahwa aku bermimpi.
Aku bangkit dari tempat tidurku menuju pintu. Ketika kupegang gagang pintu itu, aku menoleh ke kiri dan disanalah aku melihat Dia.
Di balik cermin, menatap balik kepadaku sambil memegang gagang pintu.
(Dengan inspirasi dari lagu 'Hot Air Balloon' oleh Owlcity)
Blog untuk memajang hasil karya partisipan #WritingSession yang diadakan setiap jam 9 malam di @writingsession. Karena tidak ada yang bisa menghentikan kita untuk berkarya, bahkan waktu dan tempat.
Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!
pak/bu admin.. hehe itu bahasa inggrisnya tolong di-italic dong.. inti ceritanya tuuh.. :D
BalasHapusmakasii..
Berasa nonton video klip deh bacanya. hehehe
BalasHapusnyampe gak sih deskripsinya? butuh kritik.. lg mengembangkan kemampuan deskripsi.. -_-
BalasHapussuka banget kok dg penyampaian ceritanya, pemilihan katanya apik dan kasual, ringan bgt buat dibaca.
BalasHapuskalimat terakhirnya juga asik!
LIKE..
BalasHapusdapet sih, ketika membacanya aku bener2 menggambarkan, bener kata Azka Shabrina, berasa nonton video klip bacanya.
akhirnya bisa komen pake akun google sendiri.. -_-
BalasHapusoh, makasii.. iya juga, jd kyk video clip.. haha
NB: ini didithp
Iye diedit yak. Maap maap :D #aduhbutuhadmintambahannih
BalasHapus