Oleh: Farida Susanty
http://insignificantlyimportant.tumblr.com/post/924399963/inspiring-writingsession
Aku membuka mataku dan tahu ada sesuatu yang tidak beres.
Ketika kita membuka mata, harusnya kita bebas. Harusnya ada 5 detik kosong dimana otak kita masih beradaptasi dengan dunia, dimana kita belum bisa ingat siapa dan dimana kita.
Tapi aku benar-benar tidak tahu dimana aku sekarang. Dan tubuhku ternyata basah kuyup oleh… Warna merah.
Mataku terbelalak. Aku ingin berteriak. Tapi kerongkonganku kering. Tiba-tiba tubuhku terasa terbakar. Aku baru menyadari bahwa aku sedang berada di sebuah ruangan sempit, dengan tangan terikat ke besi di langit-langit ruangan.
Aku menghentak-hentakkan tubuhku.
“Diam,” desisnya. Aku tidak bisa melihat wajahnya, tapi sosoknya berdiri di depan pintu itu, dengan baju putih dan celana boxer. Santai. Terlalu santai.
“Aku… diculik?” tanyaku, yang mungkin terdengar bodoh, tapi aku benar-benar ingin tahu.
“Ya,” Nada suaranya masih tenang.
Aku menelan ludah. “Apa yang akan kamu lakukan? Minta uang ke orangtuaku?”
Dia menggeleng.
“Lalu?”
“Kamu inspirasiku.”
“Ini apa di tubuhku?” Aku melirik jijik tubuhku.
“Aku sedang melukismu. Kamu bagus seperti itu,” Dia menunjukku.
Aku tidak tahu harus merasa lega atau takut. Aku tidak pernah jadi inspirasi siapapun sebelumnya. Apa dia pikir aku cantik?
“Terus kamu akan melepaskanku?”
“Tentu.”
“Ah.”
“Judul lukisannya ‘Days of Torture and Hunger’. Perbandingan wajah saat orang kelaparan sampai mati.”
Author note: Sedang bikin satu lagi, yang less gory :))
Blog untuk memajang hasil karya partisipan #WritingSession yang diadakan setiap jam 9 malam di @writingsession. Karena tidak ada yang bisa menghentikan kita untuk berkarya, bahkan waktu dan tempat.
Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!
Walaupun menggantung di akhir cerita, tapi saya merasa ada kekreatifan yang dimunculkan. Sedikit mirip dgn cuplikan sebuah film tentang pembunuh berantai ala Hollywood. Tetapi itu tidak menghentikan saya untuk berimajinasi lebih pada tulisan ini. Bukankah itu yang diharapkan pada sebuah karya?? Berimajinasi. Dan kali ini saya berpikir mengenai seorang pembunuh phsycho. Keep on writing!! u got something in mind, dont u?? :)
BalasHapus