#Sesi Paragraf Berima
oleh: Maria Sekundanti
Pagi ini kutatap mentari
Berharap awan membawanya pergi
Semesta tersenyum dengan pasrah hati
Sadar aku hanya iri
Pada jiwa yang tak kenal benci
Heningku sudah mati
Terlempar jauh dalam lubang tanpa arti
Tadi malam ia datang membawa surga
Menyelipkannya di balik selimut jingga
Kulumat habis, puaskan jiwa
Seperti surga, seperti cinta
Kini angin pagi menghapusnya
Menggantinya dengan air mata
Kembali kutatap mentari pagi
Berharap aku masih bermimpi
Lamunan membawakanku sebuah janji
Nanti malam ia akan kembali
Pasti…
#writingsession, tema: 2 paragraf kisah hari Rabu ditulis berima.
Awesome. Saya suka puisi ini. Saya kategorikan puisi berima, karena penggunaan bahasa yang indah. Puisi yg memiliki makna dan arti. Meski berima tetapi tidak keluar dari tujuan menuliskan puisi ini. Saya menangkap rasa sedih karena terbangun dari mimpi. Bagus. Saya tunggu karya berikutnya.
BalasHapus