Oleh: Mbak Dan
(http://cinnamome37.blogspot.com/2010/08/negeri-hujan.html)
kuyupku menjadi
dari rintik tak henti dunia penuh rasa
mulai dari isak sedih hati yang menangis
pingkal tawa yang menetes
hingga haru bahagia yang meleleh
ah, negeriku, negeri rintik
semua tertumpah pada air mata
tertampung pada gemuk awan
dan beratnya menjadi tetes hujan
hari pangeran langit
payungi aku dengan cerahmu
tiada hari tanpa hujan air mata
(http://cinnamome37.blogspot.com/2010/08/negeri-hujan.html)
kuyupku menjadi
dari rintik tak henti dunia penuh rasa
mulai dari isak sedih hati yang menangis
pingkal tawa yang menetes
hingga haru bahagia yang meleleh
ah, negeriku, negeri rintik
semua tertumpah pada air mata
tertampung pada gemuk awan
dan beratnya menjadi tetes hujan
hari pangeran langit
payungi aku dengan cerahmu
tiada hari tanpa hujan air mata
Saya seorang penikmat puisi dan terkadang menulis puisi juga. Membaca puisi mbak dan ini, membuat saya menerutkan dahi. Bahasa yg digunakan sangatlah kompleks dan dalam. Tapi entah mengapa saya tidak menemukan sari dari puisi ini. Maafkan ketidaktahuan saya dan ketidakpekaan saya ya mbak. Teruskan menulia.
BalasHapusterima kasih masukkannya yaa.. memang masih harus banyak belajar nih :)
BalasHapusups.. kayanya ada yang salah ketik
BalasHapus"hari pangeran langit" mestinya "hai pangeran langit"