Oleh: Rahne Putri
Aku melayang
Dalam hampa kegelapan yang meradang
Pada sejumput petang
Kuikuti kunang kunang
Sisiri terjalnya jurang
dan ribuan karang
Keringat, dan air mata berubah menjadi pedang
mengiris pedih hingga lekang
Langkahku kini letih tertatih, terhentiku di padang bimbang.
haruskah kuteruskan? tanyaku pada nadi yang berhenti berdegup kencang.
lalu terdengar nada riang, bintang menghiburku bernyanyi sumbang.
“Tenang lah tenang sayang, dari arah berlawanan dia akan datang.
Sang pembawa terang yang meLebihi jutaan kunang-kunang”
Jakarta, 4 aug ‘10
dalam kelupaan bagaimana bentuk kunang. for #writingsession, posting 2
visit: www.sadgenic.tumblr.com
Blog untuk memajang hasil karya partisipan #WritingSession yang diadakan setiap jam 9 malam di @writingsession. Karena tidak ada yang bisa menghentikan kita untuk berkarya, bahkan waktu dan tempat.
Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!
puitis, imajinatif dan membuat pembaca merasa mengawang2 :)
BalasHapusfantastic wordplay O_O
BalasHapusBagus. Saya bisa menikmati puisi ini. Bait yg diakhiri dgn "ng" tidak membuat puisi ini menjadi "memaksa". Saya menghargai kepiawaian penulis dalam permainan kata-kata yang tidak meninggalkan arti dan rasa dalam puisi ini. Saya yakin tidak mudah menulis puisi ini. Saya menunggu karya krya berikutnya :)
BalasHapuswow.
BalasHapustertegun membaca comment "socrateslover".
terima kasih =D. karya-karya lain bisa dilihat di www.sadgenic.tumblr.com (promosi) =)
Will do. Saya juga mempost Just Another Poem. Sesama penyair semoga memiliki rasa yang sama :) kunjungi blog saya juga di www.ganggangbiru.rumahtulis.com thank u dear.
BalasHapus