http://blabbermouthdisease.tumblr.com/
Hanover, Jerman.
Aku berdiri di pinggir rel stasiun Kröpcke, menunggu Gustav yang tak kunjung datang. Siang ini kami berencana pergi ke Stuttgart, mengunjungi keluarga di sana.
Dengan pandangan kosong aku menatap panel peta jalur hanover stadtbahn yang akan melalui stasiun ini. Hanover stadtbahn merupakan salah satu sistem light rail terbaik di jenisnya.
Belum terlalu baik, pikirku. Sistem ini masih memiliki jalur buntu. Pandangan mataku terpusat ke lingkaran merah di ujung garis abu-abu, ramp Vahrenwalder Platz. Dead tunnel. Sackgasse.
Ayahku mati di ujung situ. Tertimpa tumpukan batu. Sejak kecelakaan yang menewaskan lima orang pekerja dan seorang arsitek–ayahku, jalur ini tak sekalipun disentuh.
“Was denken sie, Anna? Lagi ngelamunin apa?” Gustav datang tiba-tiba.
“Bukan apa-apa. Ayo, keretanya sudah tiba.” Aku menghapus jejak airmata di sudut mataku, memantapkan backpack di bahu.
***
Stadtbahn: sejenis kereta ringan yang lebih cepat dari tram
Sackgasse: jalan buntu
Was denken sie: apa yang sedang kamu pikirkan
kok fontnya jadi acak2an ya? :(
BalasHapusAwal yang bagus, saya jadi semangat bacanya... tapi kok ceritanya putus di tengah jalan? :(
BalasHapuslanjut lagi dong.. :)
iya aku bikinnya sambil ngantuk2 hehe. kentang ya ini? hmm ntar deh aku lanjutin lagi. terima kasih! :)
BalasHapus