Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Sabtu, 07 Agustus 2010

"Hanover Stadtbahn"

Oleh: Rofianisa
http://blabbermouthdisease.tumblr.com/



Hanover, Jerman.

Aku berdiri di pinggir rel stasiun Kröpcke, menunggu Gustav yang tak kunjung datang. Siang ini kami berencana pergi ke Stuttgart, mengunjungi keluarga di sana.

 

Dengan pandangan kosong aku menatap panel peta jalur hanover stadtbahn yang akan melalui stasiun ini. Hanover stadtbahn merupakan salah satu sistem light rail terbaik di jenisnya.

 

Belum terlalu baik, pikirku. Sistem ini masih memiliki jalur buntu. Pandangan mataku terpusat ke lingkaran merah di ujung garis abu-abu, ramp Vahrenwalder Platz. Dead tunnel. Sackgasse.

 

Ayahku mati di ujung situ. Tertimpa tumpukan batu. Sejak kecelakaan yang menewaskan lima orang pekerja dan seorang arsitek–ayahku, jalur ini tak sekalipun disentuh.

 

Was denken sie, Anna? Lagi ngelamunin apa?” Gustav datang tiba-tiba.

 

“Bukan apa-apa. Ayo, keretanya sudah tiba.” Aku menghapus jejak airmata di sudut mataku, memantapkan backpack di bahu.


***

Stadtbahn: sejenis kereta ringan yang lebih cepat dari tram

Sackgasse: jalan buntu
Was denken sie: apa yang sedang kamu pikirkan

 

Source http://en.wikipedia.org/wiki/Hanover_Stadtbahn

3 komentar:

  1. kok fontnya jadi acak2an ya? :(

    BalasHapus
  2. Awal yang bagus, saya jadi semangat bacanya... tapi kok ceritanya putus di tengah jalan? :(
    lanjut lagi dong.. :)

    BalasHapus
  3. iya aku bikinnya sambil ngantuk2 hehe. kentang ya ini? hmm ntar deh aku lanjutin lagi. terima kasih! :)

    BalasHapus

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!