Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Selasa, 11 Januari 2011

Sarapan Pagi Tiara


Oleh: Citra Lestary Y (@citralestariy)

Akhirnya hari yang aku takutkan terjadi. Aku harus menghadapi pagi ini seorang diri, tanpa dia yang biasanya selalu menemaniku. Dia yang mulai menghilang beberapa minggu terakhir ini, dia yang sangat sulit aku temui, dia yang sudah jarang muncul di hadapanku. Padahal kehadiran kami selalu dinanti oleh Tiara, gadis mungil berumur 6 tahun.
Aku dan dia memang sudah bersahabat sejak lama. Dulu, kami tidak bisa dipisahkan. Dulu, kami selalu melengkapi satu sama lain. Dulu, orang selalu menyatukan kami. Dan dulu, kami bisa hidup dalam kesederhanaan.
Tapi sekarang kenyataan berkata lain. Mungkin bisa dikatakan bahwa sekarang dia ‘naik kasta’, karena saat ini dia tidak bisa lagi hidup di dalam keluarga yang sederhana. Memang bukan keinginannya untuk ‘naik kasta’, tapi apa mau dikata, memang itulah yang terjadi. Hanya di saat-saat tertentu saja aku bisa bertemu dengannya.
Mungkin hal itu dirasakan juga oleh Tiara yang sudah akrab dengannya selama beberapa bulan terakhir ini. Pagi itu Tiara merajuk kepada ibuya karena Tiara tahu bahwa dia tidak ada. Tiara tidak mau makan dan hanya diam saja di depan makanannya. Aku pun tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya bisa terdiam melihat Tiara yang cemberut menatapku.
“Tiara ngga suka nasi goreng yang ini. Mau yang ada cabainya kayak kemarin biar pedes, jangan cuma pakai bawang aja, Bu.” rengeknya kepada ibunya.

1 komentar:

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!