Peringatan keras: setiap karya yang dimuat di Writing Session dilindungi UU hak cipta & penjiplakan pada karya tersebut memiliki sanksi!

Kamis, 13 Januari 2011

Sayang, Semalam itu Siapa ???


Oleh: @maharaniezy

Maharaniezy.tumblr.com


Aku geram. Menggigit bibir hingga berdarah.
Sampai lepas tergigit, aku mengerang memukul nyaris memecahkan kaca.
Sialan !!! Bajingan !!!
Benar-benar brengsek. Apa sih mau kamu, sayang ???

Semalam setelah melepas lelah habis pemotretan di Pantai Dreamland Bali,
Ya, aku melihat kamu di Lobby Hotel, menggaet gadis asing. Benar gadis asing !
Ya tuhan, entah karena kecapekan sehari full berpose menjadi model atau karena kurang makan, karena bulimia-ku, atau mungkin cuma karena shocked melihat kamu ?! Entahlah. Aku gemetaran. Bingung. Nyaris tidak percaya. Kecewa. Lemas. Kesal. Penasaran. Dan tentu saja. Marah !

            Dan disinilah aku, di toilet sialan ini. Habis menangis. Menenangkan diri. Menjernihkan pikiran. Tidak habis pikir. Siapa sih si- jalang yang kau gandeng itu ??? Kalian check-in ?!

  Rasanya hubungan kita selama ini baik-baik saja.  Siklus seks kita juga tidak pernah absen. Kita juga tetap saling meluangkan waktu walaupun sibuk dengan pekerjaan.  Kenapa ???
            Aku menerawang. Lalu mengeluarkan Kitschz, tempat khusus untuk menyimpan white-tequilla  yang sengaja jauh-jauh dari Australia ku beli.  Sambil menyesap pelan-pelan, aku tetap memikirkan Andi, pacarku yang malam ini secara …. Entah kebetulan mungkin, bertemu denganku sambil menggaet merangkul gadis lain. Sangat tidak-Andi ! 

            Well….. aku berpacaran berapa lama ? 5 tahun bagai seumur hidup. Aku tahu Andi luar dalam. Aku tahu saat dia berpakaian lengkap mau pun telanjang.  Aku tahu saat dia mabuk dia akan tertawa keras-keras. Aku tahu tampangnya saat sedang  terangsang. Aku tahu dia sangat suka menghadiahkan apapun untukku. Aku tahu Andi tidak akan berselingkuh seperti ini. Seandainya he had an affair, Tidak seperti ini caranya!  Pasti lebih classy , lebih totalitas ! Dia tipikal pria yang berperasaan penuh pada gadisnya. Bukan tipe pria yang cuma cari senang satu-dua malam secara instan ! Aku tahu segalanya tentang Andi. 

            Betul-betul terasa seperti dilema.  Tequilla yang kutegukperlahan-lahan membakar kerongkongan yang rasanya nyaman. Nikmat. Badanku rasanya hangat. Panas. Lama-lama bergairah. Entah rasanya tiba-tiba ada hasrat muncul. Dan secara mendadak terbesit pikiran gila. Aku melangkah keluar toilet hampir mabuk,  berjalan tidak tentu arah di Lantai satu hotel menuju Bar hotel. Disana aku bertemu bartender-nya  dan tanpa basa-basi langsung bertanya,

            “ Tadi anda lihat pria setengah baya yang botak ? Kaus Versace hijau? Namanya Andi,  Sekitar sejam lalu baru keluar dari sini dan dia bergandengan mesra dengan cewek bule ? Tahu kamarnya tidak ? “

            “ Oh dia di kamar 308 . . ., by the way. . .  dia . . .“

            “ Oke ! makasih ! ini, ambil saja ! “

Aku menyelipkan beberapa puluh ribuan ke tangan bartender itu. Yang masih memandang keheranan, dan masih ingin menjelaskan sesuatu. Tapi aku tidak peduli. Yang aku ingin tahu cuma nomor kamarnya. Dan aku akan menunjukkan diri dengan mengejutkan Andi muncul di depan kamar hotelnya. Terserah  dengan kegiatan yang sedang asyik dia lakukan di kamar itu. Persetan. Hasrat yang muncul mendadak ini harus dilampiaskan. Threesome ? Siapa takut. Mungkin bisa jadi variasi. Aku malah excited.

Setengah gontai dan sempoyongan aku mencari kamar 308.

Ini dia ! Aku memencet bel berkali-kali. Sesosok pria botak keluar kamar, hanya mengenakan kimono hotel . Raut wajahnya bingung dan heran.  Aku tersenyum mesum. Well….. this is it !!! Kontan aku menciumnya dengan nafsu. Dia membalas. Aku aktif lalu memaksa masuk kemar 308 itu. Tanpa bicara dan tanpa berkata apa-apa kita bercinta disana. Tidak ada siapa-siapa di kamar ini. Entah dimana cewek bule itu, mungkin sudah pulang. Mungkin mati. Aku tidak peduli. Semalaman aku bersenang-senang, tanpa kata.

------------------------   *************** -------------------------

Pagi hari aku bangun, Andi sudah tidak ada disana.  Tidak jadi soal. Masih terbayang kejadian semalam yang benar-benar awesome. Masih tidak berpakaian, masih dengan rambut acak-acakan dan make-up berantakan, handphoneku berbunyi. 

“ Halo ? “

“ Dear, kamu kemana aja ? katanya pulang pagi ini, aku udah di airport dari tadi jemput kamu. Ditelepon semalaman kok nggak diangkat ? “

Deg. Jantungku mencelos. Itu suara yang sangat aku kenal. Suara Andi.

“ Hah ??? Aku masih di Bali, kamu dimana sayang ? “

“ Aku di Jakarta, ini di bandara dear…. Di Soekarno Hatta ! Kan janji jemput kamu……. Eh…. Kamu-nya malah ngilang gitu ….. “

“ What ???  Bukannya semalem kamu di Bali ?! Kita… kita kan …. Semalem.. euhh….duh…. emang kamu semalem dimana ??? “

“ Semalaman aku lembur di kantor . Aku ngurusin deadline majalah dear, bikin laporan – review buat Finalpertandingan  Malaysia lawan Indonesia besok…. Kamu dimana sekarang ??? “

Aku lemas. Pandanganku gelap seketika.

Jadi, Semalam itu siapa ???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SANGAT DIANJURKAN untuk saling mengapresiasi atau mengkritik tulisan satu sama lain. Kita sama-sama belajar ya!